2010

cerita kelahiranku :)

Minggu 04 April 2010, jam 20.00 WIB.

Malam hari itu Ibu merasakan ada kontraksi kecil di perut Ibu. Mungkin hanya kontraksi Braxton Hicks, pikir Ibu waktu itu. Kan HPL alias Hari Perkiraan Lahir adik bayi masih 2 minggu lagi, tanggal 19 April 2010. Ibu justru sedang memikirkan mau memberi kado apa untuk ulang tahun Ayah besok pagi. Menjelang pukul 21.00, Ibu sudah bersiap-siap tidur dan istirahat. Walaupun kontraksi datang setiap jam sekali, namun Ibu masih bisa istirahat diantaranya.

Senin 05 April 2010, jam 04.00 WIB.

Sudah sejak jam 01.00 pagi tadi, kontraksi yang Ibu rasakan semakin sering. Ketika Ibu ke kamar mandi, Ibu sudah mendapati sedikit flek dan setelah subuh, Ibu membangunkan Ayah yang masih tidur kala itu.

I: Ayah, Ibu mau melahirkan.ย 

A: (baru bangun) (duduk) (bingung) (diam lama ๐Ÿ˜† ) Terus gimana?

I: Ya kok gimana. Ya ayo ke rumah sakit sekarang.

A: (masih bingung) Ayah ambil mobil dulu ya.

I: Ga usah. Naik motor aja kita biar cepat.

Jadilah pagi-pagi buta itu, Ibu hanya berkaos dan bercelana pendek punya Ayah (baju paling nyaman sedunia!) dibonceng Ayah naik motor ke RS Panti Rapih. Di jalan dilihatin banyak orang, nak, karena Ibu hamil besar dan sambil atur napas sampai ke RSnya. Sesampainya disana, Ibu diturunkan di bagian UGD. Dan setelah dijelaskan ke suster yang ada disana, Ibu dibawa dengan kursi roda ke bagian bersalin di Carolus. Gimana perasaan Ibu? Pasrah. Ibu mah sudah nggak bisa mikir lagi. ๐Ÿ™‚

Di bangsal bersalin, Ibu ditempatkan di ruang laten, tempat untuk menunggu sampai melahirkan. Seingat Ibu, bangsal laten sepi kala itu. Ada satu lagi seorang Ibu tapi ditempatkan di ujung terjauh dari tempat tidur Ibu. Pagi itu, seorang suster atau bidan mengecek bukaan Ibu (dan ternyata Ibu sudah bukaan 2 di pagi hari jam 05.00 itu) dan menghubungi dokter kandungan Ibu, dokter Bharoto. Karena dokter B sedang ada jadwal operasi caesar pagi itu, maka dokter minta Ibu dipantau dan dilaporkan ke beliau dan beliau akan datang di siang harinya.

Setelah diperiksa suster/bidan, Ibu diminta mandi dan membersihkan diri. Dibantu sama ayah tentunya. Ganti baju dan menunggu lagi. Uti dan Akung Wardi menemani juga, tapi Ibu meminta mereka pulang karena mungkin masih lama.ย Suster yang menunggui (yang begitu sabar mengelus-elus pinggul Ibu yang pegal) meminta Ibu untuk berjalan-jalan agar mempercepat proses bukaan. Ibu mencobanya dan Ibu gemetar hebat. Setelah itu ada Bidan/Suster lain yang memeriksa, dan ternyata Ibu sudah bukaan 3 sejam sejak Ibu datang (sekitar jam 06.00 pagi).

Ketika saat sarapan datang, Ibu sudah nggak ada nafsu makan. Uti Tri (ibunya Ayah) dan Tante Wulan teman Ibu juga datang untuk menemani. Rasanya? Mulas sekali, nak. Ibu bolak balik ke WC karena merasa kebelet, dan tidak lama kemudian diperiksa lagi dan sudah bukaan 5. Ini bagus bu, bukaannya cepat, kata susternya. Sabar, sebentar lagi bisa ketemu bayinya, kata susternya. Ibu sempat menangis nak, karena kesulitan menahan untuk tidak mengejan.

Ketika rasa mulasnya sudah makin tak tertahankan, dan diperiksa Ibu sudah melewati bukaan 7, para suster dan bidan berkumpul dan membawa Ibu ke bangsal melahirkan. Hanya Ayah yang menemani Ibu di dalam ruangan itu. Uti Tri dan Tante Wulan ada di luar kamar. Ada cerita lucu, karena para suster dan bidan tau kalau hari itu Ayah berulang tahun, maka mereka sibuk menyelamati Ayah. Sedangkan Ibu terbaring disana sudah dalam kondisi hampir melahirkan. ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜†

Pukul 09.35, bayi Ibu lahir dan langsung dibaringkan di dada Ibu. Kamu menangis, ayahmu juga menangis memeluk Ibu. Ayah lega sekali, tadi Ayah takut sekali, katanya. Ibu hanya berbaring disana, kehabisan tenaga, hanya bisa memelukmu dengan tangan kiri Ibu dan ayahmu di tangan kanan Ibu. Yang Ibu ingat waktu itu warna kulitmu pucat sedikit abu-abu. Lalu para bidan dan suster menyuruh Ibu untuk memelukmu dan menghangatkanmu. Kemudian, di dada Ibu, kamu mengangkat kepalamu, nak. Menatap Ibu selama beberapa detik. Ibu berkata,

“Halo sayang, ini Ibu, sayang…”

Kamu dibaringkan di dada Ibu lebih dari satu jam lamanya, untuk IMD (Inisiasi Menyusui Dini). Tidak lama setelah itu, Akung Noor, Akung Wardi dan Uti Diah datang dan mengecup Ibu serta memberi selamat ke Ayah. Setelah kamu ditaruh di inkubator, suster memberi tahu kamu lahir dengan berat badan 3.285 gram dan panjang 49.5 gram. Dokter Bharoto datang tak lama setelah itu, memberi selamat dan mengatakan Ibu hebat.

Ini dia foto pertama beberapa saat setelah kelahiranmu, ketika kamu masih berada di inkubator, yang diambil oleh Akung Noor. Terima kasih Akung ๐Ÿ™‚

Arga 1 month
Baby A bersama Ayah dan Ibu, beberapa jam setelah kelahiran ๐Ÿ™‚

Dan baru kali itu nak, Ibu mengerti apa artinya love at the first sight. Ibu jatuh cinta pada pandangan pertama kepadamu, anakku. ๐Ÿ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s