2010

cerita pasca melahirkan

Kamu lahir hari Senin, nak. Dua minggu lebih cepat dari HPL. Ibu belum bisa menyusuimu karena ASI Ibu belum keluar waktu itu. Sore hari setelah kamu lahir, Ibu meminta para suster untuk mengajari Breast Care agar ASI Ibu cepat keluar. Uti Diah membantu Ibu dengan membawakan banyak suplemen makanan (sayur, kacang-kacangan dan jamu). Pagi harinya ASI Ibu sudah menetes sedikit, tetap belum lancar. Tapi berbekal ilmu massage dari para suster, Ibu terus berjuang. 🙂

Selain itu, Ibu juga ikut kelas ‘Ceramah Post Partum’ di hari Selasa dan ‘Demo memandikan Bayi’ hari Rabunya (cek website RSPR disini). Sampai hari itu, ASI Ibu belum lancar jadi ditawarin untuk susu formula, dan Ibu Ayah sempat bingung, kuatir kamu kelaparan dan antara pinginnya  ASI aja.. Dan Ibu memutuskan untuk memberimu susu formula walaupun ASI juga terus lanjut disusukan ke bayi Ibu. Tapi ternyata ketika diberi sufor, bayi Ibu muntah 😦 

Hari Rabunya, karena kondisi Ibu baik maka Ibu diperbolehkan pulang. Namun.. bayi kecil Ibu setelah dicek darah, ada satu parameter (entah apa Ibu lupa) yang melebihi baku mutu. Jadi bayi Ibu masih harus tinggal selama beberapa hari karena ada treatment.

Ayah Ibu galau berat waktu itu, nak. Akhirnya Ibu dibawa pulang karena berbagai pertimbangan. Di jalan pulang, di depan toko Mirota Kampus, Ibu mulai menangis sejadi-jadinya, sampai di rumah, sampai malam berlalu. Ibu merasa hampa karena kamu yang tadinya selalu menemani Ibu di perut Ibu, dan sekarang tidak ada di tangan Ibu. Ibu tau di kepala Ibu bahwa ini adalah Baby Blues Syndrome dan bisa bahaya kalau Ibu ga bisa mengatasinya, tapi Ibu ga bisa berhenti nangis, nak..

Esok harinya, pagi-pagi buta, Ibu minta diantar Ayah ke ruang bayi. Seharian Ibu bersamamu dan menungguimu, nak. Kerjamu hanya… tidur. 😆 Sampai Ibu memanggil suster karena kamu terus menerus tidur, nggak juga bangun ketika ngompol dan ga nangis minta menyusu. Sampai bajumu dibuka semua oleh suster dan dikitik-kitik, tetap aja tidur.. 😆 Ibu berusaha memerah ASI Ibu tapi hanya dapat sekitar 10-20 ml waktu itu. Very frustating time. Tapi kata suster, itu udah bagus, toh anaknya juga belum minum banyak. Lalu Ibu pulang dan kembali lagi esok harinya.

Dua hari setelah Ibu pulang ke rumah, kamu ada di gendongan Ibu, nak. Kita pulang bersama Ayah. Di rumah, ASI Ibu sudah mulai lancar dan kamu mulai belajar minum ASI. Kadang perih nak, kadang ga lancar. Tapi kita sama-sama berusaha. Setelah beberapa hari dan minggu, kamu mulai menggendut, pipimu membulat dan warna kuning di kulitmu mulai memudar.

Welcome home, baby! :*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s